Sekarang ini kita masih terngiang –
ngiang dengan wacana tentang cocok tidaknya gelar pahlawan bangsa untuk Gus
Dur, Pak Harto, dan untuk yang lain. Beberapa pihak mengatakan mereka sudah cocok
untuk diberi gelar tersebut, beberapa yang lain tidak menyepakatinya. Pihak
yang setuju menganggap terlepas dari kesalahan-kesalahan yang pernah mereka
lakukan, ternyata sumbangsih mereka untuk pembangunan bangsa besar sekali.
Sementara pihak tidak setuju beranggapan bahwa mereka adalah orang masih dianggap krontroversi oleh bangsa Indonesia. Keduanya sama-sama turun dari jabatannya sebagai presiden secara tidak wajar, artinya tidak dalam masa kerja selama lima tahun. Tapi terlepas dari kontroversi tsb, kita bisa memungkirinya bahwa jasa-jasa mereka terhadap bangsa kita besar sekali.
Di Indonesia,
acuan untuk gelar pahlawan sebenarnya sudah ada. Penetapan gelar pahlawan
tersebut didasarkan pada UU No. 20 Tahun 2009, yaitu
warga negara atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan yang gugur atau
meninggal demi membela bangsa dan negara dan semasa hidupnya melakukan tindakan
kepahlawanan serta berprestasi luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa
dan negara.
Sementara
menurut kamus Bahasa Indonesia dikatakan bahwa pahlawan itu adalah orang yang
berani melakukan pengorbanan untuk menegakkan kebenaran. Ada juga yang
menambahi bahwa mereka juga bukan seorang koruptor dan bukan pula pelaku
pelanggaran HAM berat, serta pengorbanan yang dilakukannya benar-benar tanpa
pamrih atau ikhlas.
Jika kita melihat beberapa kriteria di atas, nampaknya kita masih kesulitan dalam menentukan pahlawan bangsa. Kriteria yang digambarkan masih sangat umum dan banyak tafsir. Dengan kriteria tersebut nantinya akan ada banyak pahlawan, tetapi bisa juga akan ada sedikit pahlawan atau bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga sepertinya kontroversi Akan tetapi dengan syarat – syarat itupun kita mungkin masih sulit untuk menentukannyatentang pahlawan bangsa akan terus berlanjut, bila hal tersebut tidak segera benar-benar dikajis secara intens dan mendalam
Jika kita melihat beberapa kriteria di atas, nampaknya kita masih kesulitan dalam menentukan pahlawan bangsa. Kriteria yang digambarkan masih sangat umum dan banyak tafsir. Dengan kriteria tersebut nantinya akan ada banyak pahlawan, tetapi bisa juga akan ada sedikit pahlawan atau bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga sepertinya kontroversi Akan tetapi dengan syarat – syarat itupun kita mungkin masih sulit untuk menentukannyatentang pahlawan bangsa akan terus berlanjut, bila hal tersebut tidak segera benar-benar dikajis secara intens dan mendalam
Demikian beberapa hal tentang kriteria pahlawan bangsa yang mungkin bisa
menjadi gambaran bagi kita. Semoga dengan tulisan ini paling tidak kita bisa
mengerti tentang bagaimana seseorang itu bisa menjadi pahlawan dan berpikir
ulang untuk menentukan gelar itu.